Panduan Penyusunan Perlengkapan Kegiatan Luar Ruang

Ketika kita akan bepergian jauh khususnya pergi ke alam terbuka  segala kemungkinan dapat terjadi di luar prediksi kita. kita harus mempersiapkan diri dengan baik meliputi persiapan mental, fisik, dan peralatan yang kita bawa.  Kenyamanan yang kita peroleh saat perjalanan adalah pilihan kita sendiri.  Berikut kita akan membahas bagaimana mengemas barang dalam ransel secara efektif dan efisien.

Ransel  yang kita pilih diusahakan sesuai dengan postur tubuh yang kita miliki.  Ransel  adalah teman setia dalam perjalanan, semua yang ada di dalam ransel yang akan membantu kita beraktivitas di alam terbuka.   Ransel standar kegiatan alam terbuka biasanya memiliki informasi kapasitas (berat) barang yang dapat terangkut.  Lama perjalanan mempengaruhi  jenis ransel yang kita pilih.  Begitu pula dengan bahan material ransel menjadi  pertimbangan dalam pemilihan ransel.

Ransel dari bahan parasit biasanya dipilih karena sifatnya yang tidak tembus air.  Berdasarkan ukuran rata-rata postur tubuh siswa kelas  4, 5, 6 di Sekolah Tanah Tingal yang tingginya berkisar 140 sampai  155 cm, ransel dengan kapasitas 28 L cukup untuk perjalanan 3 hari 2 malam.

 
1. Penyusunan Perlengkapan di dalam Ransel
Penyusunan barang-barang di dalam ransel dimulai dari perlengkapan yang  intensitas pemakaiannya atau pengambilannya tidak sering.  Perlengkapan tidur seperti kantung tidur sebaiknya kita taruh pada ransel bagian bawah, karena hanya akan kita gunakan saat kita tidur.  Pakaian ganti kita tempatkan pada bagian dasar ransel setelah kantung tidur.  Jangan lupa kantung tidur dan pakaian ganti kita masukkan dulu ke dalam kantung plastik terpisah agar  mudah saat pengambilan.
Makanan kita tempatkan di bagian tengah ransel dengan peletakkan terpisah-pisah.  Usahakan membawa makanan kemasan yang praktis namun berkalori tinggi. Jika membawa makanan yang rentan pecah seperti telur, pastikan telur tersimpan dalam kemasan yang kuat dan anti guncangan.   Alat memasak bisa kita tempatkan bersamaan dengan makanan.  Ruang kosong dalam alat memasak dapat kita manfaatkan untuk menyimpan beras.
Pada bagian paling atas kita tempatkan perlengkapan yang sering kita gunakan, seperti jas hujan, air minum, dan obat-obatan pribadi.  Ransel dengan beberapa ruang memudahkan kita  menaruh barang-barang tertentu agar mudah diambil.  Sendal bisa kita taruh pada kantung tambahan ransel. Kantung tambahan biasanya terletak di samping kiri atau kanan ransel.
2. Spesifikasi  Jenis-Jenis Perlengkapan Standar Kegiatan Alam Terbuka
Kantung tidur 
Bahan tidak usah terlalu tebal.  Pilih material yang ringan dan simpel.  Saat ini sudah banyak dijual kantung tidur berukuran tipis dan kecil namun tidak mengurangi fungsinya.  Kantung tidur dengan ukuran besar dan berat hanya akan memakan tempat dalam ransel.
Pakaian
Kelompokkan pakaian dalam tiga bagian.  Bagian pertama adalah pakaian lapangan, bagian dua adalah pakaian tidur, dan bagian tiga adalah pakaian dalam beserta kaos kaki cadangan, sarung tangan, dan kupluk kepala.   Bagi yang beragama Islam, perlengkapan sholat di simpan terpisah dari kelompok pakaian. Pilihlah bahan alat sholat dari bahan yang ringan seperti parasit, sehingga tidak memakan tempat saat disusun.
Alas tidur
Ada berbagai alternatif alas tidur yang bisa dibawa.  Alas tidur terbuat dari busa tipis  dilapisi alumunium (semacam penutup mobil untuk pelindung dari sinar matahari) bisa menjadi salah satu pilihan.  Namun ukuran yang  tersedia biasanya tidak besar.  Alas tidur standar dari bahan karet dengan ukuran kurang lebih 60 cm kali 170 cm dengan ketebalan 5 mm lebih nyaman untuk dipakai.  Alas tidur di susun di bagian luar samping kanan atau kiri ransel.  Alas tidur tidur bisa difungsikan juga sebagai sajadah.
Senter
Senter adalah alat penerangan yang sangat penting saat malam hari.  Head lamp bisa menjadi satu pilihan yang cukup membuat nyaman di pakai.  Senter biasa pun tetap bisa digunakan, tapi pilihlah yang ukurannya tidak terlalu besar.  Jangan lupa membawa batere cadangan. Batere cadangan alkaline dapat bertahan lebih lama saat digunakan.
Jas hujan
Jas hujan yang dibawa sebaiknya terdiri dari bagian atasan dan bawahan sehingga tidak menghambat pergerakan saat digunakan.  Ponco  dapat digunakan sebagai jas hujan, namun sedikit menyulitkan saat di pakai untuk berjalan.
Botol minum
Selama perjalanan 3 hari 2 malam, setiap siswa diwajibkan minimal membawa 2 kemasan air mineral berukuran 1,5 L.  Perbekalan air digunakan selama berkegiatan, sedangkan untuk memasak kita menggunakan air dari mata air yang ada.  Jika diperlukan kita bisa membawa dirigen ukuran 2 L untuk menganngkut air.  Tidak setiap orang dwajibkan untuk membawa dirigen, tergantung dari pembagian tugas kelompoknya masing-masing.
Topi
Jangan remehkan fungsi topi.  Topi digunakan sebagai alat penutup kepala  dapat mengurangi dehidrasi.  Pilihlah topi dari bahan katun. Topi rimba banyak digunakan saat dihutan karena dapat melindungi kepala dari kotoran atau potongan ranting yang jatuh ke bawah.
 
Alat masak dan makan
Bawalah alat memasak yang praktis.  Seperangkat rantang (nesting) standar perlengkapan ABRI cukup direkomendasikan untuk digunakan dalam kegiatan alam terbuka.  Atau alat masak trangia berbahan bakar spirtus lebih praktis dalam penggunaannya di lapangan.  Tidak setiap orang harus  membawa nesting, tergantung pembagian tugas dalam kelompoknya masing-masing nanti.
Untuk mendukung kegiatan di alam terbuka disarankan membawa pisau lipat.  Pisau lipat lebih aman saat di simpan dalam ransel.
 
Jaket
Jaket berbeda dengan jas hujan.  Jaket juga berbeda dengan sweater.  Jaket berfungsi untuk menahan rasa dingin.  Jaket yang dipilih adalah jaket yang bahannya tidak terlalu tebal namun hangat saat digunakan.  Jaket digunakan saat kita sedang tidak berjalan atau pada aktivitas yang statis di malam hari.  Pergunakan plastik saat menyimpan jaket di dalam ransel agar terhindar dari basahan air atau lembab karena cuaca.
Sepatu
Ketika melakukan perjalanan alam terbuka disarankan memakai sepatu yang menutupi mata kaki.  Hal ini dilakukan untuk mengurangi guncangan saat berjalan dan menghindari cedera keseleo
Perhatikan alas sepatu yang kita pakai, apakah masih layak digunakan di atas medan tanah atau berbatu.  Alas sepatu yang sudah aus, hanya akan menyusahkan kita dalam perjalanan.  Selain membahayakan,  kemampuan sepatu mencengkeram tanah yang kurang membuat kita harus lebih hati-hati dalam berjalan.
Pilihlah kaus kaki katun yang agak tebal agar gesekan kulit kaki dengan sepatu yang tidak terlalu kencang. Kaos kaki katun dapat menyerap keringat dengan baik. Penggunaan kaos kaki wol  tidak disarankan dipakai untuk berjalan, namun diperuntukkan untuk tidur.
Obat-obatan pribadi
Jika kita memiliki penyakit khusus, membawa obat-obatan pribadi jadi hal yang utama.  Tentu kita tidak berharap penyakit itu muncul saat di lapangan, namun pencegahan lebih baik dilakukan apalagi kita berada dalam area yang jauh dari perkotaan.  Obat-obatan standar seperti minyak tawon, minyak penghangat tubuh, atau betadine dan hansaplast sebaiknya tersedia dalam ransel masing-masing.
Buku kecil
Buku kecil digunakan untuk mencatat pengalaman kita dapat.  Buku terlihat seperti perangkat yang tidak penting.  Namun dengan membawa buku, sebenarnya kita dapat mencatat hal-hal kecil yang tidak pernah kita dapatkan saat kita menjalani rutinitas. Setelah kita menyelesaikan perjalanan kita dan kembali ke sekolah, ungmkin kita bisa membuat sebuah tulisan.  Hal ini akan menjadi kenangan yang akan mengobarkan kembali semangat kita saat kita sedang sendiri.
Nah, sekarang semua sudah lengkap kan persiapannya. Bagaimana dengan persiapan fisik kalian?  Pastikan kita semua dalam keadaan yang sehat dan siap untuk melakukan perjalanan.  Perjalanan akan menjadi pengalaman yang menyenangkan jika kita mempersiapkan segalanya dengan baik.
Selamat bertualang!
Penulis : Ida Febriyanti, S.Pi
 20151002_112236 - Copy     1448532174299 - Copy     1448532183850 - Copy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *